Kamis, 01 November 2012

ARTEFAK PENINGGALAN ZAMAN PRASEJARAH SERTA CIRI DAN KEGUNAANNYA


ARTEFAK PENINGGALAN ZAMAN PRASEJARAH SERTA CIRI DAN KEGUNAANNYA

1. ZAMAN PALAEOLITHIKUM
Pada jaman palaeolithikum, manusia telah berusaha memperlengkapi tubuhnya untuk bertahan hidup. Dari situlah mereka mulai menggunakan alat-alat yang mereka temukan dari alam, Hasil-hasil kebudayaan yang tertua di Indonesia ditemukan di sekitar daerah Pacitan dan Ngandong. Kebudayaan Pacitan di tahun 1935, ditemukan alat-alat semacam kapak yang dinamakan kapak genggam oleh von Koenigswald di dekat Pacitan.
Alat itu serupa kapak tetapi tidak  bertangkai dan digunakan dengan cara digenggam dalam tangan. Kapak-kapak yangditemukan dikerjakan dengan kasar. Alat-alat pacitan ini disebut chopper (alat penetak).
Kapak genggam terkenal juga dengan sebutan kapak perimbas, atau dalam ilmu prasejarah disebut dengan chopper artinya alat penetak.
Pembuatan kapak genggam dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.

Di sekitar daerah Nganding dan Sidorejo dekat Ngawi, Madiun (Jawa Timur) ditemukan kapak genggam dan alat-alat dari tulang dan tanduk. Alat-alat dari tulang tersebut bentuknya ada yang seperti belati dan ujung tombak yang bergerigi pada sisinya. Adapun fungsi dari alat-alat tersebut adalah untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah, serta menangkap ikan.


Selain alat-alat dari tulang yang termasuk kebudayaan Ngandong, juga ditemukan alat alat lain berupa alat alat kecil terbuat dari batu yang disebut dengan flakes atau alat serpih. Flakes selain terbuat dari batu biasa juga ada yang dibuat dari batu-batu indah berwarna seperti calsedon.
2.  ZAMAN MESOLITHIKUM
Ciri kebudayaan Mesolithikum tidak jauh berbeda dengan kebudayaan Palaeolithikum, tetapi pada masa Mesolithikum manusia yang hidup pada zaman tersebut sudah ada yang menetap sehingga kebudayaan Mesolithikum yang sangat menonjol dan sekaligus menjadi ciri dari zaman ini yang disebut dengan kebudayaan Kjokkenmoddinger dan Abris sous Roche.
Kjokkenmoddinger Suatu corak istimewa dari jaman ini adalah peninggalan yang disebut sebagai Kjokkenmoddinger yang diambil dari bahasa Denmark kjokken yang berarti dapur danmodding yang berarti sampah yang kemudian arti harafiahnya berarti sampah dapur.Peninggalan ini ditemukan di sepanjang pantai timur Sumatra Timur Laut. Bekas-bekas ini menunjukkan telah adanya penduduk pantai yang tinggal dalam rumah-rumah bertonggak. Hidupnya terutama dari siput dan kerang. Kulit-kulit dari siput dan kerangitu dibuang selama bertahun-tahun sehingga membentuk bukit kerang yang tinggi. Bukit inilah yang disebut sebagai kjokkenmoddinger.
Dari dalam bukit-bukit kerang ituditemukan banyak kapak genggam yang berbeda dari chopper. Kapak tersebutselanjutnya disebut pebble atau kapak Sumatra. Terbuat dari batu kaliyang dipecah atau dibelah. Sebuah kapak lagi ditemukan yang terdapat hanya di jaman mesolithikum, yangdisebut sebagai hache courte. Kapak ini kira-kira berbentuk setengah lingkaran danseperti kapak genggam juga dibuatnya dengan memukuli dan memecahkan batu, dantidak diasah. Sisi tajamnya berada pada sisi lengkung.
Selain kapak-kapak yangditemukan di bukit kerang tersebut, ditemukan pula berbagai pipisan (batu penggiling serta landasannya). Pipisan ini tidak hanya digunakan untuk menggiling makanan tetapi juga untuk menghaluskan cat merah yang ada dari bekas-bekasnya.
Abris Sous Roche gua yang dipakai sebagai tempat tinggal. Gua-gua itu sebenarnya lebihmenyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberi perlindunganterhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua itu didapatkan banyak peninggalankebudayaan dari jenis palaeolithikum hingga permulaan mesolithikum walaupunsebagian besar dari jaman mesolithikum.
Alat-alat yang ditemukan banyak sekali seperti alat-alat batu, seperti ujung panah dan dan flakes, batu-batu penggilingan, kapak-kapak yang sudah diasah, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa dan juga alat-alat dari perungguatau besi. Begian terbesar dari alat-alat yang ditemukan itu terdiri dari alat-alat tulang,sehingga timbul istilah Sampung Bone-Culture.
Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Di daerah pegunungan Bacson dan di daerah Hoabinh di Indo-China, ditemukan alat-alat dengan kebudayaan mesolithikum. Terdapat kapak-kapak yang masih kasar disamping kapak yang sudah diasah tajamnya. Selain itu juga banyak pebbles dan alat-alatdari tulang. Selain alat-alat tersebut, banyak ditemukan juga tulang manusia.



Di daerah Bandung ditemukan hasil-hasil kebudayaan berupa flakes yang dibuatdari batu indah yang hitam warnanya, yaitu obsidian. Flakes obsidian tersebut biasa disebut microlith yang artinya batu kecil. Karena flakes juga banyak yang berukurankecil, maka dibuat perbedaan antra microlith dengan flakes kecil. Maka yang dinamakan microlith adalah alat-alat betu kecil yang bentuknya geometris (segitiga, trapezium, atau setengah lingkaran) sedangkan yang sisinya tidak tajam diberi gerigi. Selain flakes dari obsidian, ditemukan pula pecahan tembikar dan benda-benda perunggu.
Hasil-hasil Kesenian
Di antara alat-alat batu yang ditemukan di kjokkenmoddinger ada dua buah kapak yang diberi hiasan, yang satu digambar dengan garis-garis sejajar dan yang lain digambar dengan semacam gambar mata. Di gua Leang-leang di Sulawesi Selatan ditemukangambar berwarna seekor babi hutan sedang lari dan di beberapa gua lainnya terdapat cap tangan yang berwarna merah
3. ZAMAN NEOLITHIKUM
Neolithikum adalah kebudayaan yang pertama boleh dikatakan tersebar di seluruh kepulauan kita.Kebudayaan inilah yang menjadi dasar sesungguhnya dari kebudayaan Indonesia sekarang,meskipun tentu saja anasir-anasir palaeolithikum dan Mesolithikum yang ikut serta membentuk dasar itu tak dapat diabaikan.
Dikatakan bahwa Neolithikum adalah suatu Revolusi yang sangat besar dalam peradaban Manusia.Perubahan dari food gathering menjadi food producing yang dimaksud dengan Revolusi. Penghidupan mengembara telah lampau, orang telah mengenal bercocok tanam dan beternak. Orang sudah bertempat tinggal tetap dengan kepandaian membuat rumah. Hidup berkumpul berarti pembentukan suatu masyarakat yang memerlukan segala peraturan kerja sama.Pembagian kerja memungkinkan perkembangan berbagai macam dan cara penghidupan di dalam ikatan kerja sama itu.Kerajinan tangan ,seperti menenun dan membuat periuk belanga,sangat mendapat kemajuan.
Menurut alat-alatnya yang ditemukan dan yang menjadi corak khusus ,Neolithikum Indonesia dapat dibagi dalam dua golongan besar ,yaitu kebudayaan kapak persegi dan kebudayaan kapak lonjong.

KAPAK PERSEGI
Nama kapak Persegi itu berasal dari von Heine Geldern,berdasarkan kepada penampang-alang dari alat-alatnya,yang berupa persegi panjang atau juga berbentuk Trapesium.Yang dimaksudkan dengan Kapak Persegi itu bukan hanya kapak saja,tetapi banyak lagi alat-alat lain nya dari berbagai ukuran dan berbagai keperluan:yang besar yaitu beliung atau pacul, dan yang kecil yaitu Tarah, yang tentunya digunakan untuk mengerjakan kayu.Alat-alat itu semuanya sama bentuknya ,agak melengkung sedikit, dan diberi bertangkai yang diikatkaan kepada tempat lengkung itu.

Bahan pembuatan Kapak ini adalah:
·         Untuk kapak biasa dibuat dari batu api
·         Untuk kapak perhiasan dibuat dari chalcedon,mempunyai fungsi sebagai alat upacara,tanda kebesaran kepada keluarga,juga sebagai alat tolak bala.
Kapak Chalcedon
Kapak-kapak persegi ini di Indonesia terutama sekali didapatkan di Sumatra,Jawa,dan Bali.Di bagian Timur Negeri kita,ialah Nusa Tenggara,Maluku,Sulawesi ,dan juga di Kalimantan,di Malaysia barat dan Hindia Belakang,sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa arus kebudayaan kapak persegi itu datangnya di Negeri kita dari daratan Asia melalui jalan barat.

Kapak lonjong
            Nama Kapak Lonjong itu didasarkan atas penampang-alangnya yang berbentuk lonjong.Bentuk kapaknya sendiri bundar telor.Ujungnya yang agak lancip ditempatkan di tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah sehingga tajam.
Di antara kapak-kapak Lonjong itu ada pula yang rupanya hanya dipergunakan untuk Upacara Saja.Dibuatnya dari batu yang lebih bagus dari yang untuk perkakas biasa,dan dikerjakan nya lebih halus pula.
Daerah pusat kapak Lonjong di Kepulauan kita ialah Irian.Tetapi kapak itu juga ditemukan di Seram,Gorong,Tanimbar,Leti,Minahasa,dan Serawak(Kalimantan Utara).

PERHIASAN,GERABAH,DAN PAKAIAN
Pada jaman Neolithikum selain berkembang kapak persegi dan kapak lonjong juga terdapat barang-barang yang lain seperti perhiasan, gerabah dan pakaian. Perhiasan yang banyak ditemukan umumnya terbuat dari batu, baik batu biasa maupun batu berwarna/batu permata atau juga terbuat dari kulit kerang.Selain perhiasan, gerabah juga baru dikenal pada zaman Neolithikum, dan teknik pembuatannya masih sangat sederhana, karena hanya menggunakan tangan tanpa bantuan roda pemutar seperti sekarang.
Sedangkan pakaian yang dikenal oleh masyarakat pada zaman Neolithikum dapat diketahui melalui suatu kesimpulan penemuan alat pemukul kayu di daerah Kalimantan dan Sulawesi Selatan. Hal ini berarti pakaian yang dikenal pada zaman Neolithikum berasal dari kulit kayu. Dan kesimpulan tersebut diperkuat dengan adanya pakaian suku dayak dan suku Toraja, yang terbuat dari kulit kayu.
4.JAMAN LOGAM
Jaman Logam yaitu dimana orang sudah dapat membuat alat-alat dari Logam,yang ternyata lebih kuat dan lebih mudah dikerjakan daripada batu. Jaman Logam terbagi atas:
a.Jaman Tembaga
Orang menggunakan tembaga sebagai bahan pembuatan alat-alat nya.Tidak semua daerah di Dunia mendapat jaman ini.Asia Tenggaratermasuk Indonesia, langsung mengalami jaman perunggu.
 b.Jaman Perunggu
Orang telah mendapatkan logam campuran yang lebih keras dari tembagauntuk pembuatan alat-alatnya, yaitu perunggu, hasil pencampur daritembaga dan timah. Hasil-hasil yang terpenting dari kebudayaan Perunggu negeri kita adalah Kapak Corong dan Nekara.
c.Jaman Besi
Orang telah dapat merebus besi dari bijinya untuk dituang menjadi alat-alat yang diperlukan. Peleburan besi minta panas yang jauh lebih tinggidaripada tembaga atau perunggu, maka alat-alat dari jaman besi lebihsempurna. Jaman besi merupakan jaman terakhir dari jaman prasejarah.Dengan berakhirnya jaman ini, maka jaman sejarah telah dimulai.
5.MEGALITHIKUM (JAMAN BATU BESAR)
Yang dimaksudkan dengan kebudayaan Megalithikum ialah Kebudayaan yang terutama menghasilkan bangunan-bangunan dari batu-batu besar.Batu-batu ini biasanya tidak dikerjakan halus-halus,hanya diratakan secara kasar saja untuk mendapat bentuk yang diperlukan.
Adapun hasil-hasil yang terpenting dari kebudayaan Megalithikum adalah:
a.Menhir
Menhir rupanya seperti tiang atau tugu,yang didirikan sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang,sehingga menjadi benda pujaan.
b.Dolmen
Dolmen rupanya seperti meja batu berkakikan menhir.Ada Dolmen yang menjadi tempat saji dan pemujaan kepada nenek moyang,ada pula yang dibawahnya terdapat kuburan.
c.Sarcophagus atau Keranda
Sarcophagus atau Keranda rupanya seperti Palung atau Lesung, Tetapi mempunyai Tutup.
d.Kubur Batu
Kubur Batu sebenarnya tak berbeda dengan peti mayat dari batu.Keempat sisinya berdindingkan papan-papan batu,begitu pula alas dan bidang atas nya dari papan batu.Bedanya dari Keranda ialah bahwa Keranda itu adalah satu buah batu besar yang dicekungkan bagian atasnya seperti lesung dan dibuatkan tutup batu tersendiri,sedangkan kubur batu merupakan peti yang papan-papan nya lepas satu dari lainnya.
e.Punden Berundak-Undak
Punden Berundak-Undak yaitu bangunan pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat.
f.Arca-Arca
Di antaranya ada yang mungkin melambangkan Nenek Moyang dan Menjadi Pujaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar